Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam


Hubungan Penduduk Dengan Lingkungannya


Referensi: GoogleBooks

Sebelum masuk kepada inti pembahasan, terlebih dahulu kita harus tau “apakah yang dimaksud dengan kependudukan ?” Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Kependudukan  adalah  hal  ihwal  yang  berkaitan  dengan  jumlah,  struktur, umur,  jenis  kelamin,  agama,  kelahiran,  perkawinan,  kehamilan,  kematian, persebaran, mobilitas  dan  kualitas  serta  ketahanannya  yang  menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya.


Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan berdasarkan data Susenas 2014 dan 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa. Data BPS menunjukkan, dari total tersebut, penduduk laki-laki mencapai 128,1 juta jiwa sementara perempuan sebanyak 126,8 juta jiwa.
“Jumlah tersebut naik dari 2014 yang berjumlah 252 juta jiwa,” demikian seperti keterangan tertulis BPS, Jumat (20/11/2015) dikutip finansial.bisnis.com.

Selain itu, BPS menunjukkan, rasio jenis kelamin penduduk Indonesia pada 2014 dan 2015 realatif sama, yaitu sebesar 101,02 dan 101. Rasio jenis kelamin, BPS menuliskan, menunjukkan bahwa dari 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki.



Kemacetan Parah  Disebabkan Oleh Pertambahan Penduduk Yang Melonjak Tinggi (Sumber Gambar: Google.com)

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki permasalahan dalam bidang kependudukan. Terutama jumlah penduduk yang komposisinya tidak seimbang. Jumlah usia nonproduktif lebih banyak dibandingkan dengan usia produktif. Secara internasional, jumlah penduduk Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Indonesia menerapkan kebijakan progam KB atau keluarga berencana. Progam tersebut diharapakan bisa mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Jika laju pertumbuhan penduduk terkendali, diharapakan kualitas penduduk Indonesia makin baik. Negara maju tidak harus repot untuk menyediakan lapangan kerja dan fasilitas hidup yang banyak akibat banyaknya jumlah penduduk. Dengan begini, Indonesia diharapkan dapat lebih cepat menjadi negara maju.

A.   Hubungan Manusia Dengan Lingkungan 


Prinsip dasar hubungan manusia dengan lingkungan atau makhluk lain pada dasarnya ada dua yaitu :
pertama adalah kewajiban menggali dan mengelola alam dengan segala kekayaannya.
kedua adalah manusia sebagai pengelola alam tidak diperkenankan merusak lingkungan, karena pada kahirnya hal itu akan merusak kehidupan umat manusia itu sendiri.


Mengenai prinsip yang pertama, Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 61
Yang artinya : “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan memerintahkan kalian memakmurkannya (mengurusnya)”.

Adapun mengenai prinsip yang kedua, yaitu agar manusia jangan merusak alam, dinyatakan oleh Allah melalui berbagai ayat dalam Al-Quran, di antaranya dalam surat Al-A’raf ayat 56
Yang artinya :  “Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya”.

Dari kedua hal diatas dapat dipahami bahwa ternyata memang benar bahwasaanya manusia mempunyai hubungan dengan lingkungan sekitar, agar kelestarian dari lingkungan tersebut tetap terjaga sebagai mana mestinya.

karena kita adalah salah satu ciptaan Allah yang paling sempurna dan kita juga diberikan akal serta pikiran untuk merawat, menjaga dan melestarikan lingkungan. Maka dari itu merusak bukanlah hal yang patut untuk dilakukan karena dapat menggangu stabilitas dan merusak ekosistem yang ada pada bumi ini.

Hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, gotong royong, tidak merusak tanaman dan lain sebagainya itu sangat dianjurkan, karena tidak ada sulitnya melakukan hal-hal seperti itu, hanya saja kesadaran dari setiap individu yang belum merasa bahwa itu sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Gotong Royong Untuk Mendukung Terciptanya Kelestarian Lingkungan (Sumber Gambar: Google.com)

Hubungan manusia dengan lingkungan dapat kita bahas mengenai 3 aspek yaitu :

a.   Aspek Teknologi


Apabila kita meninjau dari segi teknologi, pastinya kita akan membayangkan sesuatu yang canggih, dimana banyak kegunaan dan fungsi dari teknologi itu sendiri. Pada era zaman modern seperti sekarang ini, teknologi sudah berkembang pesat, sehingga sudah banyak dipergunakan dalam bidang-bidang tertentu seperti : ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara dalam melakukan aktifitas manusia.

Khusus dalam bidang teknologi, masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Perkembangan teknologi baru akan terjadi apabila seseorang menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

Pemanfaatan Teknologi Panel Surya Pada Atap Bangunan Untuk Mengurangi Tagihan Listrik (Sumber Gambar: Google.com)

Teknologi juga dapat memudahkan hubungan manusia pada berbagai bidang. Hal ini mendorong perilaku hemat energi. Teknologi yang berguna bagi lingkungan juga dapat diaplikasikan pada berbagai bidang, yakni : energi, transportasi dan industri.


b. Aspek Manusia


Dalam perannya sebagai subjek lingkungan, manusia diharapkan mampu melakukan pengelolaan lingkungan. Pengelolaan lingkungan oleh manusia secara baik dan benar dapat memberikan dampak postif bagi kelangsungan hidup manusia di bumi ini.

Maka dari itu perlu dilakukan usaha-usaha yang nantinya juga berguna bagi manusia dan lingkungan. Usaha yang dilakukan untuk pengelolaan lingkungan juga pastinya memiliki tujuan tersendiri antara lain :

  •  Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya, 
  • Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana,
  • Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup,
  • Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan masa yang akan datang.

DARI

Penebangan Hutan Oleh Manusia

MENJADI 

Penanaman Hutan Oleh Manusia

Pengelolaan lingkungan melalui aspek manusia juga diharapkan dapat 
mengubah pola pikir manusia untuk lebih memperhatikan lingkungan, terutama untuk tidak menebang hutan sembarangan dan melakukan penanaman hutan kembali (reboisasi).


c. Aspek Lingkungan


“Siapa yang menabur, dialah yang menuai hasilnya” merupakan pribahasa yang pantas mengenai aspek ini.
Ketika masalah-masalah mengenai berbagai aspek lingkungan telah berhasil ditangani dengan baik, maka lingkungan juga tidak akan tinggal diam.
Berbagai efek positif serta manfaat-manfaat akan begitu mudah kita dapatkan dari lingkungan yang sudah kita lestarikan sebelumnya.
Ada banyak manfaat yang kita rasakan serta kita dapatkan melalui lingkungan yang bersih dan sehat seperti :

  • Manfaat pertama yang pastinya akan sangat terasa adalah terhindar dari segala macam penyakit. Udara yang segar yang didapat dari lingkungan bersih dimana kita tinggal dapat membuat paru-paru kita sehat. Selokan air yang bersih dan tanpa sampah di dalamnya, dapat menghindarkan kita dari serangan nyamuk yang bisa membawa berbagai macam penyakit. Dan hal-hal lainnya yang sehat yang dapat membawa hal-hal yang baik bagi kesehatan kita semua,
  • Merasa tenang dan nyaman. Ya, tentu saja di dalam lingkungan yang bersih dan sehat akan timbul perasaan yang tenang dan nyaman,
  • Terbebas dari polusi udara. Polusi udara yang timbul dari asap kendaraan bermotor bisa menyebabkan kita sulit menghirup udara segar,
  • Tubuh akan terasa lebih sehat dan prima, ini adalah manfaat yang sangat penting, karena disamping kita dapat melakukan berbagai aktifitas sehari-hari, kita juga tidak akan terbebani oleh lingkungan yang tidak sehat dan kotor.


Lingkungan Yang Bersih dan Sehat Serta Terbebas Dari Polusi (Sumber Gambar: Google.com)

Manusia sebagaimana makhluk lainnya memiliki keterkaitan dan ketergantungan terhadap lingkungannya. Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa adanya dukungan dari lingkungannya. 

Relasi  manusia dan lingkungan merupakan  hubungan yang  saling  timbal balik  karena manusia hidup di alam lingkungan hidup dan alam sebagai lingkungan hidup juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya. Jadi, manusia butuh alam untuk kehidupannya dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya.


Masalah Lingkungan Akibat Pertambahan Penduduk

Referensi: GoogleBooks

Masalah lingkungan terjadi akibat kerusakan-kerusakan yang dibuat oleh dua faktor, baik secara alami ataupun karena perbuatan tangan jahil manusia. Dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di suatu daerah, maka meningkat juga keperluan yang dibutuhkan.

Keperluan-keperluan inilah yang nantinya akan membuat berbagai macam masalah lingkungan yang berpengaruh besar terhadap kehidupan penduduk itu sendiri. Berikut adalah berbagai macam masalah lingkungan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk :




a.    Permasalahan Udara Bersih


Manusia takkan mampu hidup tanpa adanya oksigen dalam tubuh. Kita juga sangat bergantung terhadap udara, udara seperti apa yang sangat dibutuhkan tubuh kita,? Tentu udara yang segar yang memiliki kandungan O2 yang tinggi. Tentu itu semua bisa kita dapatkan dengan berada di lingkungan yang bersih dan segar. 

Namun belakangan ini, udara sungguh menjadi tercemar dan dapat meyakiti makhluk hidup. Asap ada dimana mana yang mengakibatkan udara menjadi tidak bersih dan kotor. Beberapa faktor yang mengakibatkan pencemaran udara yang terjadi belakangan ini di wilayah indonesia, yakni adanya pembakaran hutan secara liar di berbagai wilayah dengan tujuan pribadi ataupun kelompok dari sebuah perusahaan. Selain itu, pabrik-pabrik liar yang melakukan pengindustriannya. Pengguna alat transportasi yang sering di gunakan oleh manusia.

Maka dari itu, sangat dibutuhkan upaya pelestarian udara bagi lingkungan yang kita tempati ini.
Berikut adalah beberapa solusi untuk menjaga kelestarian udara :

  • Menanam pohon diberbagai tempat,
  • Menanam tanaman hias,
  • Mengurangi dan menghindari pengunaan gas-gas kimia,
  • Mengupayakan pengurangan pembuangan gas-gas sisa pembakaran,
  • Membangun cerobong asap yang cukup tinggi,
  • Mengurangi asap yang keluar dari kendaraan transportasi yang menghasilkan polusi,
  • Bersepeda atau berjalan kaki,
  • Melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara.


Udara Yang Bersih Dapat Memberi  Sensasi Tenang dan Bahagia (Sumber Gambar: Google.com)


b. Permasalahan Pangan


Manusia memerlukan makanan untuk tetap hidup. Bertambahnya populasi memerlukan jumlah pangan yang cukup banyak. Ketidakseimbangan antara pangan dan manusia menimbulkan masalah kurang gizi atau kurangnya bahan pangan.

Thomas Robert Maltus seorang sosiolog Inggris, mengemukakan teori yang berjudul Essay on The Principle of Population. Maltus menyimpulkan bahwa pertambahan penduduk mengikuti deret ukur, sedangkan pertambahan produksi pangan mengikuti deret hitung. Jadi semakin meningkat pertumbuhan penduduk, semakin tinggi pula kebutuhan pangan.

Apabila kebutuhan pangan sudah tidak stabil, dan ketersediaan pangan sudah susah di dapat, otomatis manusia akan mengalami kelaparan.
Kelaparan inilah yang membuat masyarakat di suatu daerah menjadi terserang berbagai penyakit diantarnya adalah :
  • Sakit maag,
  • Tulang melemah,
  • Suhu tubuh menurun,
  • Kulit mengering,
  • Rambut mudah rontok,
  • Kuku menjadi rapuh,
  • Kerusakan pada gigi,
  • Mudah lelah dan murung.
Solusi untuk masalah pangan diantaranya adalah meningkatkan produktivitas pangan dalam Negeri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara ektensifikasi atau difersifikasi pertanian, bahkan dapat dilakukan dengan menambah luas lahan pertanian serta penggunaan mekanisasi dalam pengelolahan lahan. Disamping itu juga perlu adanya suatu bimbingan atau pelatihan dari pemerintah mengenai cara menigkatkan produktifitas pertanian.


Krisis Pangan Yang Menyebabkan Kekurangan Gizi (Sumber Gambar: Google.com)

c. Permasalahan Lahan


Pesatnya pertambahan penduduk mengakibatkan makin besar kepadatan penduduk. Jumlah penduduk yang bertambah dengan luas lahan tetap, menyebabkan peningkatan kepadatan penduduk. Keperluan lahan sebagai sarana tempat tinggal pun akan lebih sulit untuk dicari. Alhasil banyak masyarakat yang membangun tempat tinggal mereka pada lahan yang tidak resmi.

Ini merupakan kendala yang rumit bagi pemerintah, karena apabila pengelolaan lahan tidak dilakukan dengan cepat, justru akan membuat masyarakat yang sudah mendiami lahan yang tidak resmi itu menjadi nyaman. Sudah semestinya peranan dari pemerintah untuk mengeola lahan secara tepat agar tidak terjadinya krisis lahan.

Ketika pemerintah lambat untuk mengatasi masalah ini, maka ini akan mengancam kehidupan banyak element, diantaranya adalah para petani, karena apabila lahan diperkotaan sudah padat pastinya orang akan mencari dan membangun tempat tinggal pada lahan pertanian.


Solusi untuk masalah lahan adalah dengan pemanfaatan wilayah perairan sebagai lahan pertanian. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat membangun rumah di lahan yang sudah dipindahkan ke wilayah perairan itu. Perlu kita ketahui, bahwa total panjang garis pantai di Indonesia saat ini  menurut data terakhir  Badan Informasi Geospasial (BIG) adalah 99.093 kilometer.

Jadi kita dapat memanfaatkan lahan perairan menjadi lahan pertanian yang sangat luas. Sehingga wilayah didaerah pertanian menjadi kosong dan dapat ditempati.

Lahan Penduduk Merambah Sampai Ke Wilayah Persawahan (Sumber Gambar: Google.com)



d. Permasalahan Air Bersih


Air merupakan unsur esensial dalam kehidupan setiap orang. Sayangnya hingga saat ini, ketersediaan air bersih dan layak minum masih menjadi hal yang sulit diperoleh masyarakat di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Alhasil, kondisi ini berujung pada berbagai permasalahan memprihatinkan, termasuk kondisi kesehatan dimana berbagai kasus penyakit semakin bertambah.

Salah satu cara agar kondisi air semakin membaik, perlu dilakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas air yang sudah membahayakan untuk dikonsumsi bagi manusia.

berikut adalah solusi-solusi untuk mengatasi masalah krisis air bersih :
  • Membuang sampah pada tempatnya,
  • Membuat daerah resapan air,
  • Membuat biopori,
  • Membuat rainwater harvesting,
  • Reformasi rekayasa dan kekaryaan PDAM.
Dampak Krisis Air Bersih, Masyarakat Menggunakan Air Yang Tak Layak Untuk Dikonsumsi (Sumber Gambar: Google.com)


e. Permasalahan Pencemaran Lingkungan



Dampak dari pertambahan penduduk juga akan menambah permasalahan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan terjadi akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak menjaga lingkungan dengan baik.

Pada daerah yang populasi penduduknya padat, maka sampah yang dihasilkan juga akan semakin banyak, kurangnya fasilitas pembuangan sampah seringkali membuat masyarakat membuang sampah pada tempat yang tidak semestinya dijadikan tempat pembuangan sampah, salah satu tempat yang sering dijadikan pembuangan sampah selain tempat sampah adalah sungai. Ya, sungai memang sejak dulu sudah menjadi sasaran empuk masyarakat untuk membuang sampah yang tidak seharusnya dijadikan tempat pembuangan sampah, akibatnya sungai menjadi tercemar dan kualitas air yang seharusnya bisa untuk dikonsumsi menjadi air yang tak layak untuk dikonsumsi.

Begitu juga pada populasi masyarakat yang tinggal di perkotaan semakin meningkat, kebutuhan alat trasnportasi untuk membantu aktifitas juga pastinya akan semakin meningkat. Hal ini akan memicu pencemaran udara dan suara yang diakibatkan oleh alat transportasi tersebut.

Jadi, kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.


Berikut adalah solusi agar pencemaran lingkungan dapat teratasi. 
Diantarnya adalah : 
  • Membuang sampah pada tempatnya,
  • Kurangi penggunaan plastik,
  • Membersihkan parit,
  • Tidak menebang hutan dan melakukan penebangan hutan secara liar,
  • Melakukan penanaman pohon dan memeliharanya dengan baik,
  • Memastikan limbah industri telah diolah sebelum akhirnya dibuang ke sungai maupun lautan,
  • Batasi pengunaan kendaraan,
  • Hemat Listrik,
  • Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Salah Satu Potret Masyarakat Yang Sedang Membuang Sampah di Sungai Dengan Santainya (Sumber Gambar: Google.com)


Lestarikan Alam Indonesia 




Referensi: GoogleBooks

Alam merupakan tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup, sudah sepantasnya kita sebagai salah satu makhluk hidup yang diciptakan serta diberi akal dan pikiran untuk berbuat sebaik mungkin dimuka bumi ini untuk menjaga alam kita bersama dan melakukan upaya-upaya pelestarian alam.

Tujuan kita melakukan pelestarian alam adalah agar tidak hanya generasi sekarang saja yang dapat merasakan indahnya alam yang diciptakan oleh Allah SWT, namun kita juga harus mempersiapkan alam ini yang nantinya juga akan dirasakan oleh generasi-genarasi selanjutnya.

Jangan biarkan alam ini hancur dan rusak ditangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mulailah dari sekarang untuk melakukan berbagai hal kecil yang berguna bagi pelestarian alam ini.Pemerintah juga harus secepat mungkin mengatasi hal-hal yang dapat menggangu ekosistem serta pelestarian alam.

Setelah alam terjaga dengan baik, sangat banyak manfaat yang kita dapatkan, hidup kita menjadi lebih sehat, udara menjadi lebih sejuk, kita juga terhindar dari berbagai jenis penyakit. Untuk itu marilah kita lakukan upaya-upaya berikut ini yang dapat memicu untuk terciptanya pelestarian alam.

a. Upaya-Upaya Yang Dapat Melestarikan Alam 

  1. Penanaman Pohon (Reboisasi)
Merupakan cara yang efektif untuk mewujudkan pelestarian alam. Tanah yang gundul bisa meyebabkan berbagai macam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Untuk mengatasi ha tersebut, kita harus melakukan upaya reboisasi (penanaman pohon kembali). Dengan banyaknya pohon maka akan membawakan efek positif bagi kelangsungan hidup manusia, serta kemungkinan untuk terjadinya bencana alam juga akan lebih kecil.

Upaya Penanaman Pohon Kembali Yang Dilakukan Oleh Pelajar (Sumber Gambar: PhotoPin.com)

      2. Terasering atau Sengkedan

Merupakan salah satu upaya untuk mencegah erosi. Terasering atau sengkedan sering digunakan pada kawasan lereng berbukit dan rawan longsor. Dengan terasering, dapat menghambat terkikisnya tanah oleh aliran air hujan.
Jadi secara garis besar terasering adalah kondisi lereng yang dibuat bertangga tangga yang dapat digunakan pada timbunan atau galian yang tinggi dan berfungsi untuk:
  • Menambah stabilitas lereng,
  • Memudahkan dalam perawatan (konservasi lereng),
  • Memperpanjang daerah resapan air,
  • Memperpendek panjang lereng atau memperkecil kemiringan lereng,
  • Mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off),
  • Dapat digunakan untuk landscaping.

Merupakan Salah Satu Terasering Yang Menakjubkan Yang Dibuat Oleh Manusia (Sumber Gambar: Google.com)


     3. Melarang Pembabatan Hutan


Indonesia memang salah satu Negara yang mempunyai hutan terluas di dunia.
Namun hal tersebut tidak bisa mempastikan bahwa hutan di Indonesia ini tidak akan habis, semakin lama hutan di Indonesia semakin menipis, salah satu penyebabnya adalah karna adanya pembabatan hutan secara liar. Hutan yang gundul dapat menyebabkan bencana alam yang dahsyat seperti banjir dan tanah longsor serta menipisnya kadar oksigen yang ada di bumi ini.

Untuk meminimalisir hal tersebut, tentu harus ada larangan pembabatan hutan yang dibelakangi dengan tindakan hukum yang tegas.


Contoh Pamflet Sederhana Larangan Penebangan Hutan (Sumber Gambar: Google.com)


      4. Menggunakan Produk Daur ulang

Barang bekas yang kelihatannya sudah tidak mempunyai kegunaan jangan dibuang begitu saja, bisa saja barang tersebut masih bisa digunakan untuk proses daur ulang. Penggunaan produk daur ulang juga mempunyai manfaat, yaitu membuat pengunaan barang-barang menjadi lebih efisien, hemat dan tidak terbuang dengan sia-sia. Hal ini juga dapat mengurangi pencemaran tanah, mayoritas produk-produk daur ulang berbahan dasar plastik dan ini jauh lebih baik dari pada membuang plastik kedalam tanah.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa plastik itu sulit untuk diurai didalam tanah dan dapat merusak kesuburan tanah.


Kerajinan Yang Mengunakan Produk Daur Ulang Berbahan Dasar Plastik (Sumber Gambar: Google.com)


      5. Membuat Kebijakan Pro Lingkungan

Melaksanakan proses kebijakan pro lingkungan sangat penting untuk dikembangkan. Hal positif seperti ini berpengaruh sangat besar terhadap lingkungan yang kita tempati. Pemerintah juga sudah berperan aktif dalam hal ini, bisa kita lihat dari tempat-tempat pembuangan sampah yang memang sudah banyak disediakan diberbagai tempat.

Hanya saja masyarakat Indonesia pada umumnya sangat bergantung pada petugas kebersihan. Oleh karena itu, masyarakat tidak merasa bahwa sampah itu adalah tanggung jawab bersama melainkan dibebankan kepada petugas kebersihan. Saat ini, kita sudah memiliki segudang kebijakan terkait hal itu. Akan tetapi kejadiannya dilapangan banyak perorangan atau perusahaan yang tidak menjalankannya bahkan melanggarnya.

penyegelan yang dilakukan pemerintah akibat sebuah perusahaan yang tidak pro lingkungan (Sumber Gambar: Google.com)



      6. Menerapkan Sistem Tebang Pilih

Pengelolaan hutan yang selama ini dilakukan dengan sistem tebang pilih dimaksudkan untuk menormalkan hutan dengan mengambil pohon-pohon yang tua, serta memelihara pohon-pohon muda, dan menanami areal yang kosong. Sayangnya yang dilakukan hanya menebang pohon-pohon tua tanpa memelihara pohon-pohon muda apalagi menanami areal kosong. Sebagai akibatnya areal kosong bertambah luas dan pohon-pohonmuda tidak dapat tumbuh dengan baik, sehingga riap tahunan tidak mencapai yang diharapkan. Dengan kata lain produksi dari hutan akan menurun secara pasti bila tidak ada tindakan nyata di lapangan/hutan.

Pemerintah juga sudah mengeluarkan serangkaian peraturan yang ditujukan untuk menjamin kelestarian hutan sesuai dengan fungsinya. Sistem pengelolaan hutan produksi di Indonesia meliputi system Tebang Habis Permudaan Alam (THPA), Tebang Habis Permudaan Buatan, dan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI).

Proses Penebangan Pohon Yang Diperkirakan  Sudah Cukup Tua Untuk di Tebang (Sumber Gambar: Google.com)


      7. Reklamasi Pantai


Saat ini proyek reklamasi pantai sedang ramai diberitakan di televisi, internet, dan berbagai dunia maya. Pada dasarnya proyek reklamasi tersebut dibuat untuk menguntungkan berbagai pihak, bukan untuk sebaliknya. Namun saat ini seakan membuat kehidupan rakyat disekitar tempat yang hendak dilakukan proses reklamasi menjadi terganggu dan tidak mendukung proyek yang banyak menghabiskan uang Negara ini.

Apabila kita lihat dari dampak-dampak yang terjadi dari pembuatan reklamasi pantai ini memilik dua dampak, yaitu positif dan negatif. Dampak positif antara lain adalah tata lingkungan yang bagus dengan perletakan taman sesuai dengan perencanaan, sehingga dapat berfungsi sebagai area rekreasi yang banyak memikat pengunjung.

Sementara dampak negatif bagi lingkungan adalah kehancuran ekosistem berupa hilangnya berbagai keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati yang diperkirakan akan hancur dan punah akibat proyek reklamasi pantai antara lain adalah berupa hilangnya berbagai spesies mangrove, punahnya spesies ikan, kerang, kepiting, burung, dan berbagai  keanekaragaman hayati lainnya.


Penampakan Dari Proyek Reklamasi Pantai di Jakarta (Sumber Gambar: Google.com)


      8. Mendirikan Cagar Alam dan Suaka Margasatwa

Untuk melindungi serta membantu flora dan fauna dengan tujuan agar mereka tidak punah dan terus terlindungi adalah misi dari cagar alam dan suaka marga satwa. Demi terjaganya pelestarian flora dan fauna peranan dari dua tempat perlindungan tersebut sangatlah besar. Tanpa adanya  cagar alam dan suaka marga satwa mungkin akan banyak spesies-spesies yang telah punah karna tidaknya perlindungan dan perhatian dari pemerintah.

Jadi, cagar alam dan suaka marga satwa memang memilki banyak fungsi sebagai perlindungan untuk berbagai flora dan fauna, diantara fungsi tersebut adalah :

  • Melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan,
  • Menjaga kesuburan tanah,
  • Mengatur tata air,
  • Menjadi tempat atau obyek wisata,
  • Menambah sumber devisa negara,
  • Menjadi tempat belajar di lapangan (praktek),
  • Menjadi tempat penelitian.

Badak Adalah Salah Satu Spesies Yang Banyak Berada Di Suaka Margasatwa (Sumber Gambar: Google.com)


      9. Melarang Perburuan Liar

Perburuan liar adalah pengambilan hewan dan tanaman liar secara ilegal dan bertentangan dengan peraturan konservasi serta manajemen kehidupan liar.
Perburuan liar oleh manusia yang tidak bertanggung jawab sangat berpengaruh terhadap ekosistem.
Pasalnya hewan yang diburu tersebut lama-kelamaan jumlahnya akan semakin sedikit. Jika tidak dihentikan secepatnya, perburuan liar dapat mengakibatkan kepunahan.
Solusi dari perburuan liar antara lain adalah kerjasama antara berbagai pihak dalam menjaga satwa dari kegiatan perburuan liar. Karena seketat apapun peraturan apabila tidak pahami oleh orang-orang maka tidak akan berguna juga.

Kegiatan Perburuan Liar Yang Mengakibatkan Matinya Gajah dan Hilangnya Gading (Sumber Gambar: Google.com)


      10. Membuat Hukum Yang Tegas

Dalam kehidupan masyarakat dan negara, hukum merupakan sebuah keharusan. Oleh karena itu, negara harus berlandaskan hukum. Hukum tidak hanya untuk menciptakan ketertiban, tetapi juga keadilan.
berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setidaknya ada enam bidang yang harus diperhatikan, yaitu proses perencanaan, pemeliharaan, pemanfaatan, pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum.
Hukum adalah landasan dari penyelenggaraan pelestarian dan pemanfaatan sumber daya alam dengan berdasar kepada UU yang telah disahkan oleh pemerintah. Landasan ini diatur lebih lanjut pada UU No.23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.


Salah Satu Proses Penegakan Hukum Yang Terjadi Akibat Perusakan Lingkungan dan Pelanggaran Hukum Dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Sumber Gambar: Google.com)

_________________________________________________________________________________________________________________

Demikianlah, artikel saya mengenai "Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Keseimbangan Lingkungan Dan Kelestarian Alam".
Semoga dengan artikel ini dapat menambah wawasan serta dapat menambah ilmu pengetahuan teman-teman sekalian.

Salam Penutup
Assalamu'alaikum Wr.Wb


Tembusan:


bkkbn.go.id/Kependudukan




Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam
Item Reviewed: Pengaruh pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Terima Kasih telah membantu saya dalam mengetahui aspek-aspek mengenai kependudukan

terimakasih juga telah berkunjung dan semoga dapat menambah wawasan agan

Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!